GMP (Good Manufacturing Practices): Pengertian dan Indikatornya

Kehadiran GMP (Good Manufacturing Practices) dalam sebuah industri sebenarnya bisa memberikan dampak siginifikan terhadap suatu industri. Sayangnya, masih banyak yang belum benar-benar memahami bagaimana peran GMP dan indikator yang dipakai untuk penerapannya.

Pengertian GMP (Good Manufacturing Practices)

GMP merupakan sebuah konsep manajemen yang berbentuk prosedur sekaligus cara kerja dalam menghasilkan produk. Dalam penerapannya, seluruh produk yang dihasilkan wajib sesuai dengan standar yang berlaku. Dalam praktiknya, GMP dapat diterapkan di berbagai industri, termasuk manufactures.

Sayangnya, pada industri manufaktur GMP tidak mudah untuk diterapkan. Ada banyak faktor dan kondisi yang berseberangan yang membuat konsep GMP tidak bisa berlangsung optimal. Sebagai solusi, dibutuhkan saran tertentu sehingga GMP dapat diterapkan di industri manapun.

Tips Penerapan GMP (Good Manufacturing Practices)

Adapupun saran penerapan GMP yang cukup efektif adalah:

  1. `Membangun Komitmen di Antara Stakeholder
    Demi berjalannya GMP setiap bagian penting dari perusahaan (stakeholder), mulai dari pemilik, pemimpin, hingga karyawan diharapkan untuk bisa berkomitmen dan bekerja sama.
  2. Bentuk Tim yang Solid
    Jika dukungan dari semua pihak didapatkan, indikator selanjutnya adalah membentuk tim yang solid. Tim ini tentu saja terdiri dari seorang pemimpin yang memahami GMP (Good Manufacturing Practices) secara menyeluruh dan karyawan yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
  3. Tentukan Standar Referensi
    Setiap industri yang menggunakan GMP juga diharapkan memiliki standar referensi efektif sekaligus sesuai. Dalam praktiknya, standar ini melibatkan beberapa hal seperti produksi, desain, sarana prasarana yang disediakan perusahaan, jaminan, hingga ruang untuk menyimpan produk.
  4. Terapkan Indikator
    Selain standar referensi yang jelas, dibutuhkan pula indikator yang sesuai sehingga penerapan GMP bisa dilakukan dengan baik. Selain itu, dibutuhkan pula evaluasi setelah tahapan GMP berakhir untuk mengidentifikasi masalah serta kendala sehingga di masa mendatang hal tersebut tidak lagi terjadi.
  5. Mengikuti Pelatihan GMP (Good Manufacturing Practices)
    Untuk memastikan GMP (Good Manufacturing Practices) dapat diterapkan dengan baik dibutuhkan peningkatan skill SDM terutama tentang hal ini. Sebagai referensi,  kita bisa mengikutsertakan karyawan pada pelatihan GMP bersertifikat di lembaga mumpuni seperti jagoiso.id.

Semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya

Sertifikasi Kami